Monday, 19 May 2014

***Kisah Telaga Hati Seluas Samudera***


Pada suatu hari datang seorang anak muda
yang tengah dirundung banyak masalah
pada seorang kakek bijak. Langkahnya
gontai dan air muka yang muram. Tamu itu
tampak sebagai seorang yang tidak
bahagia.
Kala menceritakan semua masalahnya, pak
tua bijak hanya mendengarkannya dengan
seksama. Setelah itu ia mengambil
segenggam garam dan meminta tamunya
untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya
garam tersebut kegelas air dan diaduknya
perlahan. Pak tua meminta anak muda
meminumnya : “Coba minum air ini dan
katakan bagaimana rasanya…”
“Asin. Asin sekali!”, jawab anak muda itu
sambil memuntahkan air asin dari gelas itu.
Pak tua hanya tersenyum. Ia lalu mengajak
anak muda itu berjalan ke tepi telaga di
hutan dekat tempat tinggalnya.
Sesampainya di telaga, pak tua kembali
menaburkan segenggam garam ke dalam
telaga. Dengan sepotong kayu dibuatnya
gelombang untuk mengaduk-aduk air telaga
itu. “Coba ambil air dari telaga ini dan
minumlah.” Saat anak muda itu selesai
mereguk air itu, pak tua bertanya kembali :
“Sekarang bagaimana rasanya?”.
“Segar”, sahut anak muda itu. “Apakah
kamu merasakan garam dalam air telaga
itu?” tanya pak tua lagi. Anak muda ini
menjawab : “Tidak”.
Dengan bijak orang tua berkata : “Anak
muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan
adalah layaknya segenggam garam, tidak
lebih dan tidak kurang banyaknya. Jumlah
dan rasa asin itu adalah sama antara yang
ada dalam gelas dan yang ditabur dalam
telaga”.
“Tetapi kepahitan yang kita rasakan akan
sangat tergantung dari wadah yang kita
miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari
tempat dimana kita meletakkan segalanya.
Itu semua akan tergantung pada hati kita.
Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan
kegagalan dalam hidup, hanya ada satu
yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah
dadamu menerima semua itu. Luaskan
hatimu untuk menampung setiap kepahitan
itu”.
Pak tua itu kembali memberikan
nasehatnya. “Hatimu adalah wadahmu.
Perasaanmu adalah tempat kamu
menampung segalanya. Jadi jangan jadikan
hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana
telaga yang mampu menampung setiap
kepahitan dan merubahnya menjadi
kesegaran dan kebahagiaan”.

1 comment: